Skip to main content

4 Tips Kecantikan dari Rasulullah

4 Tips Kecantikan dari Rasulullah

Islam mengajarkan kita untuk menghargai keindahan, baik yang Ilahi maupun yang diciptakan. Rasullulah berkata bahwa, “Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (Muslim). Sesungguhnya, sifat esensial kita, atau fitrah, condong ke arah keindahan. Sebagai wanita Muslim, tidak menampilkan kecantikan kami di depan umum, tetapi didorong untuk mempercantik diri secara pribadi dan untuk suami kami. Para suami juga didorong untuk memperindah diri mereka demi istri mereka. Ibn ‘Abbās dilaporkan berkata, “Saya suka mempercantik diri saya untuk istri saya, sama seperti yang dia lakukan untuk saya” (mengacu pada Surah al-Baqarah 2: 228) .

Banyak tips kecantikan ditemukan dalam Sunnah, empat di antaranya dibahas di sini: miswāk, henna, kohl, dan parfum. Perawatan-perawatan ini sebelum tanggal Islam dan telah digunakan sejak zaman kuno. Banyak perawatan kecantikan di Sunnah juga melayani tujuan terapeutik. Sebelum menerapkan perawatan kecantikan, ingatlah bahwa semua tindakan dalam Islam dinilai berdasarkan niat. Jika niat Anda dalam menggunakan perawatan ini adalah untuk meninggikan dan menerapkan Sunnah, maka mempercantik diri Anda bisa menjadi tindakan ibadah.

1. MISWAK

Gigi yang indah meningkatkan penampilan seseorang, dan gigi sering digambarkan ketika mengomentari penampilan seseorang. Ibn ‘Abbā berkata: “Utusan Tuhan memiliki ruang di antara gigi depannya, dan ketika dia berbicara sesuatu seperti cahaya sepertinya keluar diantara gigi depannya.” (Darimi)

Ini adalah Sunnah untuk membersihkan gigi Anda dengan miswāk (atau siwāk), sebuah tongkat kecil yang digosokkan pada gigi. Dengan mengunyah satu ujung dan memisahkan serat, sikat dibentuk dan sifat kimia kayu dilepaskan. Rasulullah membersihkan giginya dengan miswāk sebelum setiap sholat (dan waktu lain juga), dan mengatakan bahwa jika bukan karena kesusahan itu dapat menyebabkan orang percaya, dia akan memerintahkan kita untuk melakukannya juga. (Bukhari dan Muslim)

2. INAI

Henna dibuat dengan menggiling daun kering dan batang tanaman Henna, Lawsonia inermis, menjadi serbuk halus dan kemudian mencampurnya dengan air atau minyak untuk membuat pasta. Pada Rasulullah, baik pria maupun wanita menggunakan henna untuk mewarnai rambut mereka. Wanita juga menggunakan henna untuk menodai tangan dan kaki mereka.

Dikisahkan Aisha (RA): “Seorang wanita membuat tanda dari balik tirai untuk menunjukkan bahwa dia memiliki surat untuk Rasul Allah (SAW). Nabi (SAW) menutup tangannya, mengatakan: “Saya tidak tahu apakah ini adalah tangan pria atau wanita.” Dia berkata: “Tidak, seorang wanita.” Dia berkata: “Jika Anda seorang wanita, Anda akan membuat perbedaan dengan kuku Anda, (berarti

3. KOHL

Kohl adalah bubuk gelap halus yang dioleskan pada permukaan kelopak konjungtif (dalam). Mengenakan kohl adalah Sunnah bagi pria dan wanita sebagai perhiasan biasa (lihat Al Qur’an 24:31) dan untuk tujuan terapeutik. Rasulullah telah mengatakan: “Terapkan antimon [kohl], untuk itu membersihkan pandangan dan membuat rambut tumbuh.” (Tirmidzi)

4. ATTAR / PERFUME

Aroma sering disebutkan dalam Sunnah. Sebagai contoh, beberapa hadis merujuk pada aroma Surga, yang salah satunya mengatakan kepada kita bahwa itu dapat dilihat dari jarak empat puluh tahun perjalanan. (Bukhari) Menurut hadis lain, nafas seseorang yang berpuasa lebih manis kepada Allah (SWT) daripada aroma musk. (Muslim) Rasulullah sendiri digambarkan memiliki bau alami yang indah lebih harum daripada musk atau ambergris. (Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *